Serangan ini terjadi ketika bocah laki-laki ini hendak pergi ke toilet yang ada di halaman rumahnya di desa Mendrapara, Chhattisgarh, India pada Senin (17/2) malam. Demikian disampaikan polisi senior setempat, Vijay Pandey seperti dilansir news.com.au, Kamis (20/2/2014).
Keluarga bocah tersebut menyadari peristiwa mengerikan itu ketika melihat macan tutul tersebut menyeret si bocah yang sudah tak bernyawa dan membawanya kabur. Pencarian besar-besaran dilakukan oleh warga desa setempat untuk mencari bocah tersebut.
Pandey menambahkan bahwa hewan buas yang sama telah melakukan penyerangan pada Desember 2013 lalu. Seorang bocah berusia 10 tahun dari desa Ram Tekri, tewas dalam serangan brutal si macan tutul. Otoritas setempat meyakini bahwa macan tutul ini juga menyerang sejumlah hewan ternak milik warga.
"Departemen Kehutanan telah melakukan pencarian besar-besaran untuk menangkap macan tutul tersebut," tegas Pandey.
Wilayah yang menjadi lokasi penyerangan macan tutul ini dekat dengan Penangkaran Macan Achanakmar, yang menjadi 'rumah' bagi 12 ekor macan termasuk juga macan tutul. Sekitar sepertiga wilayah Chhattisgarh masih merupakan hutan. Namun adanya pembabatan hutan dan semakin meluasnya tempat tinggal manusia berdampak pada adanya kontak langsung antara manusia dengan hewan liar.
Populasi macan tutul di India tercatat mencapai 1.150 ekor pada tahun 2011 lalu. Namun otoritas setempat memperingatkan, maraknya perburuan demi kulit macan tutul telah mengancam keberlangsungan hidup binatang buas tersebut.
(nvc/ita)











































