Seperti dilansir dari Reuters, Kamis (20/2/2014), Holland Amerika langsung memutus kontrak Ketut. Pihak perusahaan juga menyatakan, sebelumnya secara berkala telah melakukan pengecekan rutin terhadap latar belakang calon pekerja.
Ketut juga sudah dites pada 2012 silam. Dan saat itu, dia dinyatakan bersih: tidak memiliki catatan kriminal apapun. Atas alasan itu lah Ketut dipekerjakan.
Dalam pengakuannya kepada penyidik FBI, Ketut mengatakan kejadian bermula saat dia hendak mengantarkan sarapan ke kamar wanita tersebut pada 13 Februari pagi. Saat itu kapal tengah berjalan di sekitaran laut Honduras. Dia mengetuk pintu kamar, sambil mengatakan bahwa dia membawa sarapan. Sekali ketukan tak ada jawaban. Ketut lantas mengetuk untuk kedua dan ketiga kalinya. Baru terdengar jawaban dari dalam kamar. Namun Ketut kaget, lantaran jawaban yang terlontar dirasanya cukup kasar.
"Wait a minute son of a b*tch," ujar perempuan berusia 31 tahun dengan inisial CLW tersebut seperti ditirukan dalam berita acara pemeriksaanya di depan penyidik FBI, seperti dilansir dari South Florida Sun-Sentinel.
Ketut merasa ucapan sang wanita itu kelewatan. Dia menyatakan kalimat itu merendahkan dirinya dan keluarganya. Ketut yang jengkel, pada sore harinya dia kembali ke kamar wanita tersebut. Namun si pemilik kamar sedang tidak berada di tempat.
Dia lalu mencari 'si target' ke ruangan kapal yang lain. Ketut mendapati bahwa si wanita tengah berada di keramaian. Merujuk pada kesaksiannya kepada penyidik, Ketut mengatakan pada saat itu dia hendak memukul si wanita namun segera mengurungkan niat karena banyaknya orang.
Ketut yang pada petang itu sedang tidak bertugas lantas memutuskan untuk mengambil kunci ruangan si wanita dari temannya. Secara diam-diam dia menyelinap masuk dengan kunci master tersebut. Ketika dia berada di sana, Ketut berada di balkon dan duduk di sebuah kursi empuk yang ada di lokasi itu. Entah bagaimana awalnya, Ketut tak sengaja tertidur di kursi yang ada di balkon. Dia berada di situ sampai beberapa jam, hingga malam cukup larut.
Begitu mendengar suara pintu terbuka yang tak lain karena si wanita pemilik ruangan hendak masuk ke kamar tersebut, Ketut langsung bergerak menuju ruangan. Dia lalu memukul si wanita dengan sejumlah benda antara lain laptop dan catokan rambut. Selanjutnya dilaporkan bahwa Ketut melakukan upaya pemerkosaan terhadap wanita tersebut. Namun si wanita terus berontak, Ketut memutuskan untuk membuang si wanita ke laut, sekaligus untuk membuang jejaknya. Beruntung bagi si korban, saat itu dia berhasil melawan dan berteriak. Para tamu dan awak kapal lain mendengar teriakan itu dan menuju ke lokasi pertikaian.
(fjp/rna)











































