Bentrokan Berdarah Tewaskan 25 Orang, Swedia Kecam Presiden Ukraina

Bentrokan Berdarah Tewaskan 25 Orang, Swedia Kecam Presiden Ukraina

- detikNews
Rabu, 19 Feb 2014 18:12 WIB
Bentrokan Berdarah Tewaskan 25 Orang, Swedia Kecam Presiden Ukraina
foto: Getty Images
Kiev, - Pertumpahan darah yang terjadi di Kiev, Ukraina mengundang keprihatinan negara-negara. Menteri Luar Negeri Swedia Carl Bildt mengecam dan menyebut Presiden Ukraina Viktor Yanukovych bertanggung jawab atas peristiwa berdarah itu.

"Kita harus jelas: tanggung jawab akhir atas kematian dan kekerasan adalah di tangan Presiden Yanukovych. Ada darah di tangannya," cetus Bildt seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (19/2/2014).

"Berharap adanya kesatuan yang kuat di parlemen hari ini dalam melawan kekerasan dan represi di Ukraina. Orang-orang ditembak mati di jalan-jalan sebuah ibukota Eropa," imbuh pejabat tinggi Swedia itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bildt pun mengatakan, dirinya mendukung adanya sanksi terhadap rezim Ukraina terkait kekerasan tersebut. "Uni Eropa tak akan ragu atas langkah-langkah untuk menghukum orang-orang yang terkait dengan represi dan kekerasan di Ukraina," tegasnya.

Kiev telah dilanda aksi demo antipemerintah sejak Presiden Viktor Yanukovych tunduk pada tekanan Rusia dan menarik diri dari perjanjian perdagangan yang direncanakan dengan Uni Eropa. Aksi-aksi demo itu berubah fatal pada Selasa, 18 Februari setelah terjadi bentrokan antara aparat polisi dan para demonstran.

Setidaknya 25 orang tewas dalam bentrokan berdarah tersebut. Bentrokan ini merupakan yang terbesar selama 12 minggu gelombang demonstrasi di negeri itu. Bahkan bentrokan ini disebut sebagai hari paling berdarah di Ukraina sejak memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada tahun 1991.

(/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini