Wartawan Ukraina Tewas Dipukuli dan Ditembak Usai Meliput Demo

Wartawan Ukraina Tewas Dipukuli dan Ditembak Usai Meliput Demo

- detikNews
Rabu, 19 Feb 2014 16:44 WIB
Wartawan Ukraina Tewas Dipukuli dan Ditembak Usai Meliput Demo
Bentrokan yang terjadi di Kiev (Reuters)
Kiev -

Seorang wartawan Ukraina tewas ditembak usai meliput bentrokan antara demonstran dengan polisi yang terjadi di Kiev. Wartawan surat kabar setempat ini dicegat sekelompok pria bersenjata saat dalam perjalanan pulang ke rumahnya.

"Pada pagi hari ini, koresponden Kiev Vycheslav Veremyi dinyatakan meninggal dunia di rumah," jelas pihak Vesti, surat kabar berbahasa Rusia yang propemerintah Ukraina, seperti dilansir AFP, Rabu (19/2/2014).

"Semalam sebelumnya (18/2), sekelompok pria bermasker melepas tembakan ke jurnalis kami," imbuh Vesti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Vesti menjelaskan bahwa Veremyi pulang ke rumah dengan menggunakan taksi bersama koleganya. Namun di tengah jalan, mereka dicegat sekelompok pria bermasker dan bersenjata.

"Sekelompok pria tak dikenal dengan bersenjatakan tongkat pemukul dan senjata lainnya, serta memakai helm, pakaian kamuflase dan masker hitam," sebut Vesti mengenai ciri-ciri pelaku penyerangan dan penembakan tersebut.

Serangan fatal tersebut terjadi di lokasi sejauh 800 meter dari Independence Square yang menjadi lokasi utama unjuk rasa, serta menjadi lokasi bentrokan berdarah antara polisi dengan demonstran.

Masih menurut Vesti, pria-pria bermasker tersebut menyeret Veremyi dan koleganya serta sopir taksi keluar dari mobil. Ketiganya langsung dipukuli. "Vyacheslav mengalami luka tembakan di bagian dada. Dia meninggal karena kehilangan banyak darah dan juga akibat luka-lukanya yang lain," terang Vesti.

Menurut Vesti, sosok Veremyi merupakan wartawan handal dari surat kabar tersebut yang telah meliput dan melaporkan aksi unjuk rasa di Independence Square selama 3 bulan terakhir. Vesti yang terbit setiap hari ini dibagi-bagikan secara gratis di kafe dan stasiun metro di Kiev. Surat kabar ini disebut-sebut dekat dengan sosok Sergei Arbuzov yang menjabat pelaksana tugas Perdana Menteri Ukraina saat ini.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads