Selama aksi demo antipemerintah yang telah berlangsung tiga bulan terakhir ini, sebanyak 16 orang telah tewas. Para korban tewas termasuk demonstran dan polisi. Ratusan orang juga terluka akibat ledakan-ledakan granat dan aksi penembakan yang terjadi saat demo berlangsung.
Konvoi truk-truk yang mengangkut para demonstran telah bergerak menuju kompleks Kementerian Pertahanan di pinggiran Bangkok. Tempat itu telah menjadi kantor sementara Yingluck sejak aksi demo antipemerintah berlangsung. Di sana, dia telah menggelar sejumlah rapat dalam beberapa pekan terakhir, setelah terpaksa mengungsi dari kantor resminya di distrik pemerintah di Bangkok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas kondisi ini, menurut wakil juru bicara pemerintah, Sunisa Lertpakawat, semua agenda rapat pemerintah di gedung itu telah dibatalkan. Pejabat Kementerian Pertahanan, Mayor Surachart Chitjaeng mengatakan, Yingluck juga tak akan datang ke gedung tersebut.
"PM sangat sadar bahwa jika dia datang, akan menimbulkan masalah bagi pejabat-pejabat Kementerian Pertahanan serta warga setempat," tuturnya.
Para demonstran bersikeras menuntut PM Yingluck mengundurkan diri. Kubu oposisi menuding pemerintahan Yingluck merupakan boneka kakaknya, mantan PM Thaksin Shinawatra. Yingluck juga didesak untuk menyerahkan kekuasaan ke pemerintahan sementara yang akan melakukan reformasi untuk menangani korupsi dan penyalahgunaan dana publik, sebelum pemilihan umum yang baru digelar.
(ita/ita)











































