Korban tewas akibat bentrokan di Kiev, Ukraina bertambah menjadi 22 orang, sedangkan korban luka-luka mencapai lebih 1.000 orang. Bentrokan antara polisi dengan demonstran yang menuntut Presiden Viktor Yanukowych mundur ini, diwarnai aksi pembakaran hebat.
Bertambahnya korban tewas ini karena polisi kian ofensif menangani demonstran yang terus bertahan hingga malam hari. Ribuan demonstran masih berkumpul di lapangan Independence Square yang ada di ibukota Kiev semalaman.
Polisi menggunakan meriam air dan terpaksa melepas tembakan untuk membubarkan para demonstran. Tenda-tenda yang didirikan para demonstran di alun-alun ini dibakar oleh demonstran sendiri bersamaan dengan aksi pembakaran ban sebagai pertahanan mereka dari polisi. Demikian seperti dilansir media setempat, KyivPost, Rabu (19/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri menyatakan 9 polisi tewas dalam bentrokan tersebut, termasuk dua polisi lalu lintas yang tewas di distrik Sviatoshyn, Kyiv pada Rabu (19/2).
Dr Oleh Musiy yang merupakan koordinator perawatan medis bagi para demonstran antipemerintah, awalnya menyatakan korban tewas mencapai 20 orang, sebelum akhirnya Kementerian Dalam Negeri mengumumkan ada tambahan 2 korban tewas dari pihak kepolisian.
Sementara itu, Dr Olga Bogomolets yang juga menangani korban unjuk rasa ini menuturkan, korban luka-luka mencapai lebih dari 1.000 orang dan diperkirakan masih akan terus bertambah.
Secara terpisah, pihak kepolisian menyebut bahwa sedikitnya 100 anggota kepolisian mengalami luka-luka dalam bentrokan ini. Sebagian besar polisi yang terluka dalam bentrokan ini terkena tembakan. Sedangkan Institut Informasi Massa menuturkan bahwa lebih dari 25 jurnalis yang meliput bentrokan ini mengalami tindak penyerangan oleh polisi.
Bentrokan yang dimulai pada Selasa (18/2) ini merupakan yang terbesar selama 12 minggu gelombang demonstrasi di negeri itu. Bahkan bentrokan ini disebut sebagai hari paling berdarah di Ukraina sejak memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada tahun 1991. Protes nasional menentang Presiden Ukraina Viktor Yanukovych telah meletus sejak bulan November 2013 lalu setelah dia tunduk pada tekanan Rusia dan menarik diri dari perjanjian perdagangan yang direncanakan dengan Uni Eropa.
(nvc/ita)











































