Seperti diberitakan The Wall Street Journal, Selasa (18/2/2014), ketiga korban jiwa terdiri dari dua polisi dan seorang demonstran.
Pejabat-pejabat kota Bangkok mengatakan, selain menewaskan tiga orang, setidaknya 58 orang luka-luka dalam bentrokan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aparat polisi antihuru-hara bersenjata lengkap hari ini dikerahkan dekat gedung-gedung pemerintah di Bangkok, setelah para demonstran kembali ke tempat-tempat tersebut menyusul operasi serupa yang dilakukan polisi pada Jumat, 14 Februari lalu.
Para demonstran dan polisi hingga saat ini masih terlibat konfrontasi menegangkan. Para demonstran menolak perintah polisi untuk meninggalkan daerah sekitar kantor Perdana Menteri (PM) Yingluck Shinawatra dalam waktu satu jam.
"Pemerintah tak bisa lagi bekerja di sini," cetus juru bicara gerakan antipemerintah, Akanat Promphan. "Penangkapan-penangkapan tak akan mempengaruhi kami. Tekad rakyat tetap kuat," imbuhnya.
Para demonstran bersikeras menuntut PM Yingluck mengundurkan diri. Yingluck juga didesak untuk menyerahkan kekuasaan ke pemerintahan sementara yang akan melakukan reformasi untuk menangani korupsi dan penyalahgunaan dana publik, sebelum pemilihan umum yang baru digelar.
(ita/ita)










































