Ini pertama kalinya begitu banyak demonstran ditahan sejak aksi demo besar-besaran dimulai lebih dari tiga bulan lalu. Kepala Dewan Keamanan Nasional Paradorn Pattanatabut mengatakan, sekitar 100 demonstran ditahan di kompleks gedung Kementerian Energi. Mereka dituduh melanggar keadaan darurat negara.
"Tak ada perlawanan. Mereka kewalahan dengan aparat kepolisian," ujar Paradorn seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (18/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para demonstran dan polisi hingga saat ini masih terlibat konfrontasi menegangkan. Para demonstran menolak perintah polisi untuk meninggalkan daerah sekitar kantor Perdana Menteri (PM) Yingluck Shinawatra dalam waktu satu jam.
"Pemerintah tak bisa lagi bekerja di sini," cetus juru bicara gerakan antipemerintah, Akanat Promphan. "Penangkapan-penangkapan tak akan mempengaruhi kami. Tekad rakyat tetap kuat," imbuhnya.
Para demonstran bersikeras menuntut PM Yingluck mengundurkan diri. Yingluck juga didesak untuk menyerahkan kekuasaan ke pemerintahan sementara yang akan melakukan reformasi untuk menangani korupsi dan penyalahgunaan dana publik, sebelum pemilihan umum yang baru digelar.
(ita/ita)











































