Kepala ahli seismologi pemerintah Renato Solidum mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (17/2/2014), gempa tektonik itu berpusat di pantai utara pulau Luzon.
Menurutnya, tak ada tanda-tanda gempa ini akan menyebabkan tsunami namun diperkirakan sejumlah gempa susulan akan terjadi.
Pihak kantor pertahanan sipil Filipina menyatakan tak ada laporan kerusakan ataupun korban akibat gempa ini.
Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,1 SR mengguncang wilayah Filipina tengah pada 15 Oktober 2013 lalu. Lebih dari 200 orang tewas dalam bencana alam itu.
Selain menghancurkan rumah-rumah warga, gempa dahsyat itu juga menyebabkan gedung-gedung gereja bersejarah serta sekolah-sekolah dan klinik-klinik rata dengan tanah.
(ita/ita)











































