"Dia (Ban) menyampaikan belasungkawanya kepada keluarga para korban dan pemerintah Mesir dan Republik Korea. Dia menyerukan agar para pelaku diseret ke pengadilan," demikian pernyataan Ban yang disampaikan juru bicaranya seperti dilansir News.com.au, Senin (17/2/2014).
Serangan bom menghantam sebuah bus wisata di dekat perbatasan Mesir dengan Israel di wilayah Sinai Selatan pada Minggu, 16 Februari waktu setempat. Bus tersebut mengangkut 31 turis Korsel dan dua pemandu tur asal Korsel.
Tiga turis Korsel yang terdiri dari dua pria dan seorang perempuan tewas dalam insiden itu. Sopir bus yang berkebangsaan Mesir, juga tewas. Sementara sedikitnya 30 orang dilaporkan terluka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
"Ada potongan-potongan tubuh dan jasad-jasad. Saya melihat satu jasad pria yang tampaknya orang Korea, dengan sebelah kakinya hilang," ujar seorang dokter yang mengelola sebuah klinik di wilayah Sinai.
Belakangan ini, serangan-serangan berdarah kerap terjadi di wilayah Sinai. Sebelumnya pada 3 Februari lalu, tiga warga sipil terluka dalam serangan terhadap sebuah bus yang mengangkut para tentara Mesir di kota Rafah, yang berbatasan dengan Jalur Gaza.
Pada 19 Agustus 2013 lalu, para militan menyerang konvoi polisi di wilayah Sinai utara. Sedikitnya 25 polisi tewas dalam peristiwa itu.
(ita/ita)











































