Seorang senator Nigeria mengatakan, para penyerang menyerbu desa di negara bagian Borno tersebut pada Sabtu, 15 Februari waktu setempat. Lebih dari 100 warga sipil dibantai dan banyak lainnya yang kabur meninggalkan rumah-rumah mereka.
"Sebanyak 106 orang, termasuk seorang perempuan tua, telah dibunuh oleh para penyerang, yang diduga merupakan kelompok bersenjata Boko Haram," ujar senator Ali Ndume kepada kantor berita AFP, Senin (17/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembantaian itu terjadi di desa Izghe di Borno yang mayoritas penduduknya Kristen. Wilayah tersebut telah berada dalam keadaan darurat sejak Mei 2013 lalu menyusul pemberontakan kelompok Boko Haram, yang telah merenggut ribuan nyawa sejak tahun 2009.
Seorang petani setempat yang lolos dari pembantaian itu menutuskan, para penyerang mendatangi setiap rumah warga dengan mengenakan seragam militer.
"Para penyerang datang sekitar pukul 21.30 dalam enam truk dan sejumlah motor. Mereka berpakaian seragam militer," kata petani bernama Barnabas Idi tersebut. "Mereka meminta pria-pria berkumpul di sebuah tempat, dan kemudian mulai menyerang dan membantai mereka," tutur Idi.
Diimbuhkan Idi, saat kejadian, tak ada aparat kemanan di lokasi tersebut.
(ita/ita)











































