Seperti diberitakan The Telegraph, Minggu (16/2/2014), hasil studi itu dirilis oleh National Science Foundation. Survei itu dilakukan dengan mengambil responden sebanyak 2.200 orang dengan menanyakan 9 pertanyaan faktual soal fisika dan biologi.
Rata-rata nilai survei itu 5.8 yang menjawab jawaban benar. Salah satu pertanyaan "Apakah bumi mengitari matahari, atau matahari yang mengitari bumi?" yang dijawab tidak tepat sebanyak 26 persen dari total responden.
Β
Selain itu, Kurang dari separuh responden atau sekitar 48 persen menyadari bahwa manusia berevolusi dari spesies sebelumnya yaitu hewan dan hanya 39 persen menjawab dengan benar bahwa alam semesta dimulai dengan sebuah ledakan besar.
Sebanyak 42 persen orang Amerika mengatakan bahwa astrologi sangat ilmiah atau sesuatu yang ilmiah. Kepercayaan terhadap astrologi bagian dari ilmu pengetahuan semakin tumbuh. Pada tahun 2004, 66 persen masyarakat menganggap astrologi adalah omong kosong.
"Hanya sedikit orang-orang Amerika yang menolak astrologi di tahun 2012 dibanding tahun-tahun sebelumnya," seperti yang ditulis dari laporan Science and Engineering Indicators tahun 2014.
(tfq/mad)











































