Ledakan bom bunuh diri tersebut menewaskan 4 orang lainnya yang merupakan dua anggota kepolisian dan dua pejalan kaki yang sedang berada di dekat lokasi saat kejadian. Insiden ini dilaporkan terjadi di prefektur Aksu ini pada Jumat (14/2) kemarin.
"Delapan teroris tewas ditembak polisi dan tiga teroris lainnya tewas meledakkan diri saat terjadi serangan teroris pada Jumat (14/2)," demikian pernyataan kepolisian setempat seperti dikutip oleh kantor berita Xinhua dan dilansir AFP, Sabtu (15/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media setempat menyebut ada 11 pelaku serangan yang tewas, sedangkan seorang pelaku lagi berhasil ditangkap hidup-hidup. Ledakan bom bunuh diri yang dilakukan para pelaku merusak mobil mobil dan sebuah jeep yang ada di dekat lokasi kejadian.
Mengutip sumber dari kepolisian, kantor berita Xinhua menyebut serangan tersebut telah direncanakan sebelumnya. "Serangan teroris yang terencana dan matang," ucap sumber tersebut.
Wilayah Xinjiang yang mayoritas dihuni etnis muslim Uighur ini memang rawan aksi kekerasan. Insiden terparah terjadi pada Juni 2013 lalu di wilayah Turpan yang menewaskan 35 orang.
(nvc/tor)










































