Letta menyampaikan surat pengunduran dirinya kepada Presiden Italia Giorgia Napolitano pada Jumat (14/2) kemarin. Pengunduran ini setelah Letta menjalani masa jabatan selama 10 bulan penuh gejolak politik dengan koalisi yang sangat rapuh dalam perjuangan mengatasi krisis ekonomi. Pengunduran diri ini terjadi setelah Partai Demokrat Italia yang menaungi Letta telah menarik dukungan terhadapnya.
Ketika tiba di istana presiden untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya, Letta tampak tersenyum kepada wartawan. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada para pendukungnya melalui Twitter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi pengunduran diri ini, Presiden Napolitano langsung menggelar rapat dengan sejumlah partai politik dalam koalisinya untuk menentukan Perdana Menteri Italia yang baru. Salah satu kandidat yang mencuat adalah Matteo Renzi yang merupakan pimpinan Partai Demokrat Italia yang juga menaungi Letta.
Renzi yang masih berusia 39 tahun sama sekali tidak memiliki pengalaman di pemerintahan maupun parlemen. Namun Renzi menghadapi tantangan untuk membangun koalisi yang lebih kuat dalam pemerintahan Italia, sebelum menjabat sebagai Perdana Menteri termuda di kawasan Uni Eropa dan juga sepanjang sejarah politik Italia.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah menelepon Letta untuk menyampaikan terima kasihnya atas dedikasi dan persahabatan Letta selama ini.
(nvc/tor)










































