Yeh Mei (33) yang berpangkat letnan pada Military Intelligence Agency ini masuk dalam daftar buronan aparat Taiwan setelah tidak kembali untuk menjalankan tugas usai berlibur ke luar negeri pada tahun 2012 lalu. Demikian seperti dilansir AFP, Jumat (14/2/2014).
Menurut pengadilan, Yeh mengaku dirinya meminta izin kepada atasannya untuk jalan-jalan ke Thailand. Padahal saat itu dia sudah berniat untuk kabur karena tidak tahan dengan karier militernya. Yeh kemudian kabur ke Inggris melalui Bangkok pada Juni 2012 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh otoritas Taiwan, Yeh dijerat dakwaan pembelotan dan terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara.
Secara terpisah, media Taiwan memberitakan bahwa Yeh telah berulang kali berusaha berhenti dari pekerjaannya namun selalu ditolak oleh atasannya. Alasan Yeh tidak tahan dengan pekerjaannya karena kolegannya selalu memusuhinya.
(nvc/nwk)











































