Badai salju parah yang melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat telah merenggut sedikitnya 21 nyawa. Nyaris 1,2 juta rumah dan pusat bisnis di sebanyak 49 negara bagian AS juga tidak mendapat aliran listrik akibat badai tersebut.
Sejumlah maskapai penerbangan AS dan para penumpang mengalami hari terburuk pada Kamis (13/2) waktu setempat karena badai salju parah menerjang wilayah AS bagian timur laut. Total lebih dari 7.100 penerbangan dibatalkan di sepanjang wilayah AS, hanya untuk hari Kamis (13/2) saja.
Menurut layanan pelacakan penerbangan masFLight, badai salju ini total telah membatalkan sekitar 75 ribu jadwal penerbangan di wilayah AS sepanjang tahun 2014 ini. Demikian seperti dilansir PressTV, Jumat (14/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merupakan musim dingin paling brutal, karena tidak pernah lebih hangat. Dan pelelehan salju dan es secara alami tidak terjadi," tutur Gubernur New Jersey, Chris Christie mengenai badai salju ini.
Sementara itu, ahli meteorologi memperingatkan badai salju yang akan terus melanda wilayah timur laut dalam waktu lama.
Akibat badai salju ini, pusat pemerintahan di Washington D.C. pun terganggu. Kantor-kantor federal ditutup sementara. Presiden Barack Obama juga telah menyatakan status darurat nasional untuk negara bagian South Carolina dan wilayah utara Georgia.
(nvc/ita)










































