Pesan tersebut diposting di situs milik Oscar yang tadinya dipakai untuk memberitakan prestasi-prestasi olahraganya, namun kini digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai sidang kasus pembunuhannya.
"Tak ada kata-kata yang bisa mengungkapkan perasaan saya tentang kecelakaan menyedihkan itu, yang telah menimbulkan duka yang begitu besar bagi siapapun yang benar-benar mencintai -- dan terus mencintai Reeva. Kepedihan dan kesedihan -- khususnya bagi orangtua, keluarga dan teman-teman Reeva membuat saya diliputi kesedihan. Kehilangan Reeva dan trauma sepenuhnya di hari itu, akan saya bawa seumur hidup saya. - Oscar," demikian bunyi pesan Valentine yang ditulis Oscar seperti dilansir News.com.au, Jumat (14/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaksa penuntut umum menyatakan, Oscar menembak mati Reeva pada 14 Maret 2013 dini hari setelah pertengkaran antara keduanya. Diyakini bahwa Oscar sengaja mengarahkan pistolnya ke pintu toilet tempat Reeva bersembunyi.
Namun atlet berumur 27 tahun itu bersikeras bahwa penembakan itu merupakan kecelakaan yang tak disengaja. Oscar mengklaim, dirinya menembak Reeva karena mengira dia seorang penjahat yang menyusup masuk ke kamarnya.
(ita/ita)











































