65 Milisi Taliban Dibebaskan dari Penjara Afghanistan, AS Marah

65 Milisi Taliban Dibebaskan dari Penjara Afghanistan, AS Marah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 14 Feb 2014 11:59 WIB
65 Milisi Taliban Dibebaskan dari Penjara Afghanistan, AS Marah
Kabul, - Puluhan milisi Taliban telah dibebaskan dari penjara Bagram di Afghanistan. Hal ini memicu kemarahan pemerintah Amerika Serikat. Sementara Presiden Afghanistan Hamid Karzai menuding Washington "melecehkan" otoritas kehakiman negara tersebut.

Keputusan untuk membebaskan para tahanan itu menambah ketegangan hubungan antara Washington dan Kabul, sementara pasukan asing yang dipimpin AS bersiap untuk ditarik mundur dari negeri itu setelah 13 tahun memerangi para militan.

Menurut pejabat-pejabat AS, mereka yang dilepaskan dari penjara Bagram bertanggung jawab atas pembunuhan tentara-tentara NATO dan Afghan serta warga sipil. Namun Karzai membela keputusan pembebasan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Afghanistan adalah negara berdaulat. Jika otoritas kehakiman Afghan memutuskan untuk membebaskan para tahanan, maka itu bukan urusan AS dan tidak seharusnya menjadi urusan AS," tegas Karzai dalam konferensi pers di Ankara saat melawat Turki seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (14/2/2014).

Pejabat-pejabat Afghan menyatakan, sebanyak 65 orang yang dilepaskan itu telah diperiksa sebelum pembebasan mereka.

"Kasus-kasus mereka telah ditelaah dan kami tak ada alasan untuk terus menahan mereka di penjara," cetus Abdul Shukor Dadras, anggota badan peninjau pemerintah Afghan.

Kedutaan AS di Kabul mengkritik pembebasan tersebut sebagai langkah yang sangat disesalkan, yang bisa memicu kekerasan lebih jauh di Afghanistan.

"Pemerintah Afghan memikul tanggung jawab atas hasil keputusannya," demikian disampaikan Kedutaan AS dalam statemennya. "Kami mengimbau pemerintah Afghan untuk melakukan semua upaya guna memastikan bahwa mereka yang dibebaskan tidak melakukan aksi-aksi teror dan kekerasan yang baru," demikian pernyataan Kedutaan AS.

(ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads