Keputusan untuk membebaskan para tahanan itu menambah ketegangan hubungan antara Washington dan Kabul, sementara pasukan asing yang dipimpin AS bersiap untuk ditarik mundur dari negeri itu setelah 13 tahun memerangi para militan.
Menurut pejabat-pejabat AS, mereka yang dilepaskan dari penjara Bagram bertanggung jawab atas pembunuhan tentara-tentara NATO dan Afghan serta warga sipil. Namun Karzai membela keputusan pembebasan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat-pejabat Afghan menyatakan, sebanyak 65 orang yang dilepaskan itu telah diperiksa sebelum pembebasan mereka.
"Kasus-kasus mereka telah ditelaah dan kami tak ada alasan untuk terus menahan mereka di penjara," cetus Abdul Shukor Dadras, anggota badan peninjau pemerintah Afghan.
Kedutaan AS di Kabul mengkritik pembebasan tersebut sebagai langkah yang sangat disesalkan, yang bisa memicu kekerasan lebih jauh di Afghanistan.
"Pemerintah Afghan memikul tanggung jawab atas hasil keputusannya," demikian disampaikan Kedutaan AS dalam statemennya. "Kami mengimbau pemerintah Afghan untuk melakukan semua upaya guna memastikan bahwa mereka yang dibebaskan tidak melakukan aksi-aksi teror dan kekerasan yang baru," demikian pernyataan Kedutaan AS.
(ita/ita)











































