Insiden penembakan yang biasa disebut 'insider attack' ini merupakan yang pertama kalinya terjadi pada tahun ini. Insiden semacam ini biasanya melibatkan tentara Afghanistan yang menyerang tentara asing yang sebenarnya merupakan sekutu mereka sendiri.
"Dua tentara anggota International Security Assistance Force (ISAF) tewas ketika dua orang yang mengenakan seragam Afghan National Security Forces menembak mereka di wilayah Afghanistan bagian timur," demikian pernyataan tentara NATO di Afghanistan seperti dilansir AFP, Kamis (13/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi insiden ini, pejabat Pentagon di Washington menyatakan bahwa dua tentara ISAF yang tewas tersebut merupakan tentara AS. Namun sayangnya tidak disebut lebih lanjut identitas mereka.
Otoritas setempat hanya menyebutkan bahwa insiden ini terjadi di Provinsi Kapisa, Kabul, tanpa memberikan informasi detail. Secara terpisah, juru bicara Taliban setempat, Zabiullah Mujahid mengklaim bahwa kelompoknya bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Namun pejabat ISAF menyatakan bahwa kasus 'insider attack' semacam ini lebih dipicu oleh dendam dan kesalahpahaman budaya, daripada aksi kelompok militan.
Serangan semacam ini meningkat tajam pada tahun 2013 lalu. Ancaman serangan ini terus menghantui tentara asing yang masih bekerja sama dengan tentara Afghanistan. Pada akhir tahun ini, sebanyak 55 ribu tentara NATO akan meninggalkan Afghanistan setelah 13 tahun bertugas.
(nvc/nwk)











































