Para tentara itu tewas di dekat Hamam al-Alil di provinsi Nineveh, Irak utara, salah satu wilayah paling rusuh di negeri itu. Ibukota provinsi tersebut, Mosul dan daerah-daerah sekitarnya nyaris setiap hari mengalami serangan-serangan militan.
Dalam insiden yang terjadi Selasa dini hari waktu setempat, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (11/2/2014), sekelompok penyerang menyerbu kamp yang menampung para tentara yang bertugas mengamankan jaringan pipa minyak di provinsi Nineveh. Para penyerang langsung melepas tembakan secara membabi-buta.
Usai menembaki para korban, para pelaku pun kabur. Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas pertumpahan darah itu. Namun para militan Sunni termasuk kelompok Islamic State of Iraq and the Levant, selama ini kerap menargetkan aparat keamanan Iran.
Insiden ini mirip dengan penembakan serupa di kota Tuz Khurmatu pada Minggu, 9 Februari lalu yang menewaskan enam polisi.
(ita/nrl)











































