Seekor macan di India terus berkeliaran dan menebar teror bagi warga. Macan ini sudah merenggut 10 nyawa warga dalam 6 minggu terakhir.
Warga terus berusaha menangkap macan betina yang diyakini berhasil kabur dari Jim Corbett National Park yang merupakan taman nasional tertua di India. Taman nasional tersebut didirikan sejak tahun 1936 untuk menjadi penangkaran macan Bengal yang langka.
Warga dengan dibantu pemburu memasang perangkap yang menggunakan anak lembu hidup sebagai umpan, untuk menangkap macan tersebut. Namun upaya tersebut gagal dan malah memakan korban baru. Demikian seperti dilansir news.com.au, Selasa (11/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekelompok pemburu nyaris berhasil menangkap macan tersebut sehari sebelum dia menyerang korban terakhir. "Pada Sabtu (8/2) malam, macan tersebut nyaris masuk perangkap dan mendekati umpan. Tapi dia tidak menyerang umpan tersebut dan pergi begitu saja," terang Badola.
Kabar lepasnya macan ini dari taman nasional mulai beredar pada 29 Desember 2013 lalu. Saat itu, seorang pria tua berusia 65 tahun diserang si macan di distrik Sambhal, Uttar Pradesh. Sejak saat itu, ribuan warga desa menjadi ketakutan dan diminta waspada atas keberadaan macan tersebut serta diminta menghindari hutan.
Sejauh ini, macan tersebut sudah berkeliaran sejauh 130 km. "Binatang ini mulai menyerang manusia karena dia tidak mendapat mangsa alami. Macan ini seharusnya sudah mulai lelah karena dia tidak bisa istirahat dengan baik," terang Kepala Pengawas Satwa Liar Wilayah Uttar Pradesh, Rupek De.
Rupek De menjelaskan, tim pemburu yang dipekerjakan untuk memburu macan tersebut mengalami kesulitan untuk melacak keberadaan macan tersebut di pedalaman hutan. Tim yang dipekerjakan juga kekurangan personel karena dari enam pemburu hanya tiga orang yang bekerja.
Macan liar di wilayah India banyak yang terancam punah karena maraknya perburuan liar dan semakin menyusutnya habitat mereka akibat berkembang pesatnya pertumbuhan penduduk. Saat ini diperkirakan hanya ada lebih dari separuh 3.200 ekor macan yang hidup di alam liar. Sementara puluhan macan tinggal di pusat penangkaran dan jumlahnya terus menyusut.
(nvc/ita)