Menurut Kementerian Dalam Negeri Mesir seperti dilansir Press TV, Senin (10/2/2014), unit bersenjata itu telah ditemukan di provinsi Beni Suef. Unit bersenjata itu disebut kementerian sebagai unit yang dipimpin Ikhwanul.
Kementerian juga menyebut nama-nama 12 orang yang masuk dalam unit bersenjata tersebut dan menuduh mereka telah menewaskan lima polisi di provinsi Beni Suef bulan lalu dan merencanakan serangan-serangan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ikhwanul menegaskan, pihaknya akan terus melakukan aksi-aksi demo secara damai sampai tuntutannya terpenuhi, yakni kembalinya Mohamed Morsi sebagai presiden Mesir. Ikhwanul bahkan menuding otoritas Mesirlah yang mendalangi serangan-serangan terhadap aparat keamanan sebagai dalih untuk mengambil tindakan tegas terhadap Ikhwanul.
Mesir telah mengalami pergolakan sejak 3 Juli lalu ketika militer Mesir menggulingkan Morsi dari kekuasaannya. Militer Mesir juga membekukan konstitusi dan membubarkan parlemen. Ribuan anggota Ikhwanul dan para pendukung Morsi telah ditangkap dan dituduh memicu kerusuhan di negeri Afrika Utara itu.
(ita/nrl)











































