Eksekusi Mati Jerapah 'Marius' di Denmark Picu Kemarahan Publik

Eksekusi Mati Jerapah 'Marius' di Denmark Picu Kemarahan Publik

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 10 Feb 2014 11:19 WIB
Eksekusi Mati Jerapah Marius di Denmark Picu Kemarahan Publik
Jerapah bernama Marius saat diautopsi (EPA)
Copenhagen - Eksekusi mati seekor jerapah yang sehat di kebun binatang Copenhagen, Denmark menuai kemarahan publik. Eksekusi ini tetap dilakukan meskipun ribuan orang menandatangani petisi untuk menyelamatkan jerapah tersebut dan banyak tawaran dari konglomerat untuk memindahkan jerapah tersebut dari kebun binatang sehingga tidak perlu dibunuh.

Lebih dari 5 ribu orang menandatangani petisi 'Save Marius' yang beredar di jejaring sosial Facebook. Kemudian sebanyak 3 ribu orang lainnya menandatangani petisi yang sama namun dalam bahasa Denmark. Sedangkan petisi dalam bahasa Inggris ditandatangani oleh nyaris 24 ribu orang. Demikian seperti dilansir AFP, Senin (10/2/2014).

Tidak hanya itu, rupanya banyak tawaran yang muncul bagi pihak kebun binatang untuk memindahkan Marius dari Kebun Binatang Kopenhagen agar dia tidak perlu dibunuh. Sebuah kebun binatang di Swedia yang tidak berada di bawah Asosiasi Kebun Binatang dan Taman Laut Eropa (EAZA) mengklaim berusaha keras memindahkan Marius ke wilayahnya.

Sedangkan sebuah taman margasatwa di Inggris, Yorkshire Wildlife Park (YWP) mengaku telah menghubungi kebun binatang Kopenhagen untuk mengadopsi Marius namun tidak pernah mendapat tanggapan.

Surat kabar setempat, Ekstrabladet mengutip seorang agen asal Denmark yang tinggal di Los Angeles, AS, Claus Hjelmbak, yang mengaku telah menemukan seorang miliarder yang bersedia membeli Marius untuk menyelamatkannya dan menempatkannya di halaman rumahnya di AS.

"Salah satu teman dekat saya, seorang miliarder, mengatakan dia ingin mentransfer beberapa dolar AS agar kami bisa menyelamatkan jerapah tersebut. Dia (Marius) bisa saja tinggal dengan mudah di kebunnya di Beverly Hills, tapi direktur kebun binatang menyatakan tidak tertarik untuk menjualnya. Saya marah," ucap Hjelmbak.

Secara terpisah, pihak kebun binatang mengakui bahwa mereka menerima tawaran sebesar 270 ribu euro atau setara Rp 4,4 miliar untuk membeli Marius. Namun mereka menegaskan, bahwa kebijakan mereka sejak awal ialah tidak menjual binatang apapun.

Jerapah jantan bernama Marius yang berusia 18 bulan dieksekusi mati dengan cara ditembak oleh otoritas kebun binatang dengan alasan menghindari perkembangbiakkan sedarah. Pihak kebun binatang menyatakan, tidak memiliki pilihan lain untuk mencegah perkembangbiakkan sedarah yang mungkin dilakukan Marius.

Perlu diketahui bahwa Asosiasi Kebun Binatang dan Taman Laut Eropa (EAZA) mengatur bahwa perkembangbiakkan sedarah antar binatang, termasuk jerapah harus dihindari. Meskipun secara fisik, Marius tergolong jerapah yang sehat, namun gen yang dimilikinya sudah terwakili dengan baik di kawasan Eropa dan dia tidak bisa dipindahkan ke 300 kebun binatang lain di bawah EAZA karena akan memicu perkembangbiakkan sedarah.

Atau dengan kata lain, keberadaan Marius tidak begitu diperlukan sehingga dia terpaksa dibunuh. Tentu saja alasan pihak kebun binatang ini memicu kemarahan publik, tak terkecuali para pecinta hewan di seluruh dunia.

Terlebih, usai dibunuh daging Marius dipotong-potong dan diumpankan ke singa di depan anak-anak kecil. Marius dibunuh dengan ditembak senjata api, bukan dengan suntikan karena akan mencemari dagingnya. Bangkai Marius akan digunakan untuk penelitian dan sebagian lain untuk diumpankan ke karnivora seperti singa, harimau, dan macan tutul.

(nvc/ita)


Berita Terkait