Menurut sumber kepolisian setempat, bom mobil itu merupakan serangan yang tampaknya terkoordinasi dan ditargetkan di daerah Muslim Syiah. Belum ada kelompok tertentu yang mengaku bertanggungjawab atas aksi tersebut. Demikian seperti dilansir dari Reuters, Kamis (6/2/2014).
Namun, militan Islam Sunni diketahui sudah kembali menguasai Irak, khususnya di daerah provinsi bagian barat Anbar dimana mereka berhasil menguasai dua kota pada 1 Januari lalu. Sejak itu, lebih dari seribu. orang terbunuh
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ledakan lain menewaskan tiga orang di distrik komersil Bab al-Sharqie, dekat jembatan yang melintasi sungai Tigris menuju "Zona Hijau" atau dekat kantor perdana menteri dan beberapa kedutaan Barat.
Dalam beberapa hari terakhir, militan telah melancarkan serangkaian serangan di dekat Zona Hijau dan di luar Kementerian Luar Negeri. Hal ini membuat kekhawatiran masyarakat tentang kemampuan pemerintah Irak untuk melindungi tempat-tempat strategis.
Kota Falluja saat ini dikelilingi dan dilindungi tentara Irak yang bersiap untuk serangan darat. Hal ini dilakukan untuk mengakhiri kebuntuan penyerangan selama sebulan ini dengan pejuang anti-pemerintah Sunni di kota Anbar.
(dha/rvk)











































