Mengerikan! PBB Sebut Anak-anak Disiksa dan Diperkosa Pasukan Suriah

Mengerikan! PBB Sebut Anak-anak Disiksa dan Diperkosa Pasukan Suriah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 06 Feb 2014 11:39 WIB
Mengerikan! PBB Sebut Anak-anak Disiksa dan Diperkosa Pasukan Suriah
Damaskus, - Mengerikan! Anak-anak di Suriah telah disiksa dan diperkosa oleh pasukan pemerintah Suriah selama konflik yang telah berlangsung hampir tiga tahun. Mereka juga direkrut oleh para pemberontak untuk bertempur menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Demikian menurut laporan baru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis pekan ini ke Dewan Keamanan PBB dan diposting di situs PBB seperti dilansir News.com.au, Kamis (6/2/2014).

Laporan PBB tersebut menyoroti perlakuan terhadap anak-anak dalam konflik yang pecah sejak Maret 2011 hingga 15 November 2013. Dalam laporan itu, Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan, anak-anak Suriah telah mengalami "penderitaan yang tak terkatakan" selama kurun waktu tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ban menyerukan semua pihak yang bertikai di Suriah untuk "segera mengambil langkah-langkah untuk melindungi dan membela hak-hak semua anak-anak di Suriah."

Menurut laporan PBB, pasukan pemerintah Suriah bertanggung jawab atas penangkapan, perlakuan buruk dan penyiksaan anak-anak di negeri itu. Anak-anak yang berada dalam tahanan pemerintah dilaporkan telah mengalami pemukulan dengan kabel logam, kayu dan benda-benda lainnya. Anak-anak yang ditahan itu juga mengalami kekerasan seksual termasuk pemerkosaan.

Tidak disebutkan metodologi apa yang digunakan dalam penyusunan laporan tersebut. Juga tidak jelas bagaimana para penyidik PBB mendapatkan informasi tersebut.

Dalam laporan itu disebutkan, tuduhan kekerasan seksual oleh kelompok-kelompok oposisi juga diterima PBB. Namun badan dunia itu menyatakan tak bisa menyelidiki lebih lanjut klaim tersebut dikarenakan kurangnya akses ke wilayah-wilayah yang dikuasai para pemberontak.

Dalam laporan itu, PBB juga mengecam para pemberontak karena merekrut dan menggunakan anak-anak untuk bertempur juga untuk melakukan operasi militer.

(ita/ita)


Berita Terkait