Tentu saja perjanjian ini menjadi momen langka antar kedua 'musuh bebuyutan' tersebut. Sebab pengumuman ini datang hanya beberapa minggu sebelum Korsel mengadakan latihan militer bersama AS yang menuai kecaman dari Korut.
Dilansir AFP, Kamis (6/2/2014) para petinggi kedua belah pihak telah mengadakan pertemuan di desa perbatasan Panmunjom untuk membicarakan peristiwa besar ini. Menurut juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel, rencananya reuni istimewa akan diadakan pada 20-25 Februari di Gunung Kumgang, Korea Utara.
"Kami berharap kesepakatan baru ini akan berjalan lancar agar meringankan penderitaan dan rasa sakit para keluarga yang terpisah (akibat Perang Korea)," ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Tanda-tanda kesepakatan antara Utara dan Selatan ini juga disambut banyak pihak dengan penuh optimisme. Pasalnya, mereka meyakini keduanya tidak bisa berdiri sendiri tanpa ada kerjasama dan kepercayaan.
Keduanya pernah sepakat untuk mengadakan reuni pada September 2013. Akan tetapi, Korea Utara membatalkannya pada menit terakhir. Tak ayal, Korsel menganggap ini sebagai sikap permusuhan.
Meski ada sukacita dan tumbuhnya secercah harapan baru, namun tidak dipungkiri ada kekhawatiran pertemuan pada akhir bulan ini juga akan berakhir sama seperti sebelumnya. Apalagi mengingat ketegangan yang belum terselesaikan akibat latihan militer Korsel bersama AS.
Jutaan warga Korea harus terpisah akibat akhir konflik dengan gencatan senjata. Sejak itu, hubungan Korsel-Korut memburuk, sehingga segala macam bentuk komunikasi diputus.
(fdn/fdn)











































