Goresan tersebut ditemukan setelah pesawat bertingkat itu tiba di Frankfurt, Jerman pada Minggu, 2 Februari waktu setempat usai penerbangan dari New York, Amerika Serikat. Demikian disampaikan maskapai Singapore Airlines (SIA) dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (5/2/2014).
"Pesawat itu selanjutnya dikandangkan untuk pemeriksaan dan para penumpang dipindahkan ke penerbangan lauin ataupan diinapkan di hotel-hotel," demikian pernyataan SIA. Saat itu, pesawat penumpang terbesar di dunia itu mengangkut 126 penumpang dan 26 kru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat itu tiba di Singapura pada Selasa, 4 Februari setelah mengalami penundaan 23 jam. Kini, pesawat tersebut masih belum dioperasikan karena harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut SIA, penyebab goresan tersebut belum diketahui.
"Para teknisi kami saat ini tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada pesawat tersebut, dan pesawat akan kembali beroperasi setelah dinyatakan aman," demikian pernyataan SIA.
Ini merupakan insiden kedua bagi SIA yang melibatkan pesawat Airbus A380 dalam waktu kurang dari sebulan ini. Sebelumnya pada 6 Januari lalu, pesawat A380 dari London, Inggris menuju Singapura tiba-tiba mengalami hilangnya tekanan udara di kabin. Akibatnya, pilot pun memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Baku, Azerbaijan.
(ita/nrl)











































