Ketiga anak laki-laki itu ditembak sekembalinya mereka dari masjid di distrik Narathiwat pada Senin, 3 Februari malam waktu setempat. Ketiganya berumur 9 tahun, 5 tahun dan 3 tahun.
Ayah dan ibu mereka yang sedang mengandung juga ditembak dalam peristiwa itu. Nyawa keduanya selamat. Demikian disampaikan kepolisian setempat seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (4/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara militer wilayah Thailand selatan, Kolonel Pramote Promin mengatakan, dirinya belum bisa mengkonfirmasi apakah penembakan itu terkait dengan pemberontakan melawan pemerintah Thailand.
"Kami masih harus menunggu investigasi kepolisian. Namun masyarakat harus mengecam para pelaku insiden ini," tegasnya.
Media lokal memberitakan, para pelaku menembaki rumah keluarga muslim tersebut hingga melukai ketiga anak beserta orangtua mereka. Ketiga bocah tersebut meninggal akibat luka-luka mereka di rumah sakit.
Lebih dari 5.900 orang -- sebagian besar warga sipil -- telah tewas dalam konflik yang dilancarkan para pemberontak yang menginginkan otonomi lebih luas di wilayah Thailand selatan yag didominasi warga muslim. Sepanjang tahun ini saja, sudah sekitar 40 orang yang tewas dalam berbagai kekerasan di wilayah tersebut.
(/)











































