Kepolisian Prancis menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (3/2/2014), sekitar 80 ribu orang turun ke jalan-jalan di Paris dalam aksi demo yang diorganisir gerakan LMPT (Protest for Everyone). Seorang demonstran bernama Philippe Blin mengatakan, dirinya merasakan adanya "keresahan terhadap keluarga" di Prancis.
Sementara itu, setidaknya 20 ribu orang berdemo di kota Lyon sembari membawa spanduk-spanduk bertuliskan "Mom and Dad, There's Nothing Better for a Child" dan "Two Fathers, Two Mothers, Children With No Bearings."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Lyon, para demonstran berteriak-teriak: "Hollande, You Have Broken France", dengan banyak yang menyerukan pengunduran diri Hollande.
Presiden LMPT Ludovine de la Rochere mengatakan, dirinya senang dengan banyaknya demonstran yang ikut serta dalam aksi untuk membela nilai-nilai keluarga tradisional ini. Dia pun meminta pemerintah untuk merespons kekhawatiran-kekhawatiran para demonstran.
Para demonstran menentang sejumlah kebijakan yang lahir di bawah pemerintahan Hollande, termasuk aturan yang mengizinkan pernikahan gay yang ditetapkan tahun lalu.
Aksi demo ini terjadi hanya sepekan setelah ribuan orang berunjuk rasa di Paris untuk menentang pemerintahan Hollande. Dalam aksi demo yang diberi nama "Hari Kemarahan" itu, para demonstran meneriakkan slogan-slogan anti-Semit. Aksi demo itu berakhir dengan bentrokan antara polisi dan demonstran yang menyebabkan 19 polisi terluka. Sebanyak 226 demonstran pun ditahan polisi dalam insiden itu.
(/)










































