Menurut organisasi pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (3/2/2014), sebanyak 20 pemberontak juga terluka dalam serangan itu. Beberapa di antaranya mengalami luka-luka parah.
Serangan bom itu terjadi di kawasan yang tidak jauh dari perbatasan Suriah dengan Turki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pemberontak yang tewas tesrebut merupakan brigade Islamis yang telah bergabung dengan para pemberontak moderat dalam memerangi para jihadis ISIL sejak awal Januari lalu.
Menurut Observatory, pengeboman itu terjadi saat para pemberontak tengah berkumpul di lokasi untuk membahas kemungkinan gencatan senjata dalam peperangan melawan ISIL. Si pengebom yang mengaku mewakili ISIL, telah menawarkan diri untuk bernegosiasi dengan para pemberontak. Namun dia kemudian meledakkan sabuknya di dalam markas besar pemberontak.
Pertempuran antara para pemberontak dan jihadis ISIL telah menewaskan sedikitnya 1.400 orang sejak dimulai Januari lalu. Namun menurut Observatory, angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi mengingat kedua belah pihak sangat merahasiakan soal jumlah korban.
(ita/nrl)











































