Remaja bernama Nido Taniam itu dipukuli oleh lima pria dengan kaya dan besi di sebuah kawasan perbelanjaan ramai di New Delhi pada Rabu, 29 Januari lalu. Penyerangan itu terjadi setelah Taniam memprotes kelima pria tersebut yang mengolok-olok rambutnya yang dicat pirang.
Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (1/2/2014). Kematian Taniam memicu kemarahan di kalangan para aktivis HAM, pelajar dan migran dari Arunachal Pradesh, negara bagian asal pemuda itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksi demo hari ini, ratusan demonstran membawa banner dan spanduk untuk menuntut penyelidikan semestinya atas kematian Taniam.
"Kami bukan hewan. Tolong hargai perasaan kami. Kami juga menghargai perasaan kalian," cetus Sabaduni, sekjen serikay pelajar Arunachal Pradesh kepada para wartawan.
Sejauh ini belum ada penangkapan yang dilakukan aparat kepolisian terkait kematian Taniam.
(ita/ita)











































