Seperti dilansir AFP, Jumat (31/1/2014), sebagian besar warga China baik yang tinggal di desa maupun di perkotaan sibuk menggelar pesta makan bersama yang biasa diwarnai dengan pangsit dan rice cake. Tidak lupa, ada aksi saling tukar hongbao atau yang biasa disebut angpau yang berisi uang.
Ratusan juta warga terutama para pekerja migran berbondong-bondong pulang ke kampung halaman atau yang juga disebut mudik massal. Komunitas warga keturunan China yang ada di luar negarai juga ikut menggelar perayaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian di Sydney, Australia akan digelar pesta perayaan Tahun baru Imlek terbesar di luar China. Sebuah parade akan digelar pada Minggu (2/2) malam yang melibatkan 2.700 penampil dan 32 rombongan parade. Diperkirakan parade akan menarik penonton lebih dari 100 ribu orang.
Kalender Imlek didasarkan pada rotasi bulan dan didasarkan pada urutan 12 hewan tradisional China untuk setiap tahunnya. Kuda berada pada posisi ketujuh. Di China, kuda melambangkan kesetiaan dan energi. Kuda dianggap sebagai shio terkenal nomor dua setelah naga.
Presiden China Xi Jinping menyampaikan harapannya bagi rakyat pada malam Tahun Baru Imlek. "Saya mengharapkan kesehatan, kebahagiaan bagi Anda dan keluarga dan semuanya," ucapnya seperti dikutip kantor berita Xinhua.
(nvc/fdn)










































