Rambut dan Syal Terjerat Eskalator, Wanita Kanada Tewas Mengenaskan

Rambut dan Syal Terjerat Eskalator, Wanita Kanada Tewas Mengenaskan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 31 Jan 2014 14:57 WIB
Rambut dan Syal Terjerat Eskalator, Wanita Kanada Tewas Mengenaskan
The Canadian Press/thestar.com
Ottawa - Seorang wanita tewas mengenaskan di stasiun kereta bawah tanah di Monteral, Kanada. Rambut dan syal yang dikenakan wanita ini terjerat dan tersangkut pada eskalator yang ada di stasiun bawah tanah tersebut.

Wanita berusia 48 tahun yang tidak disebut namanya ini tengah menggunakan eskalator di salah satu stasiun kereta bawah tanah pada Kamis (30/1) pagi waktu setempat. Tiba-tiba syal yang dikenakannya tersangkut pada eskalator tersebut.

"Dia berusaha menarik syal tersebut agar lepas, tapi rambutnya malah ikut terjerat dan akhirnya dia tewas tercekik," terang juru bicara kepolisian setempat seperti dilansir AFP, Jumat (31/1/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Otoritas setempat menyatakan, wanita tersebut tewas seketika di lokasi kejadian. Aparat setempat masih melakukan penyelidikan mendalam atas insiden ini.

"Seorang pengguna metro menghubungi 911 dan ketika polisi tiba di lokasi, dia dinyatakan sudah tewas," terang seorang polisi lainnya, Jean-Pierre Brabant kepada The Gazette.

Insiden ini tidak hanya mengejutkan para pengguna kereta metro namun juga petugas layanan darurat setempat. Bom Lamle yang merupakan juru bicara layanan ambulans kota Montreal mengaku sama sekali belum pernah menyaksikan insiden semacam ini selama 30 tahun bertugas.

Para pengguna metro menyampaikan kekagetannya ketika mengetahui seseorang tewas karena melakukan hal yang sehari-hari dilakukan, bahkan tergolong sering. "Secara personal, saya sangat trauma karena saya menggunakan eskalator itu setiap harinya. Saya akan lebih berhati-hati sekarang, terutama soal benda yang menggantung ke bawah atau tali sepatu," ucap pengguna metro berusia 13 tahun bernama Philippe Silyutin.

Terdapat sebuah tombol darurat pada bagian atas dan bawah eskalator tersebut, sama seperti eskalator lainnya. Polisi tidak mengetahui pasti apakah ada salah satu pengguna metro untuk menghentikan laju eskalator tersebut ketika insiden terjadi.

Secara terpisah, seorang teknisi yang biasa menangani eskalator menyatakan, bahwa selama 9 tahun terakhir eskalator tersebut memiliki mekanisme keselamatan yang mampu mencegah insiden semacam ini.

(nvc/fdn)


Berita Terkait