Tradisi Mudik Massal dengan Motor Warnai Tahun Baru Imlek di China

Tradisi Mudik Massal dengan Motor Warnai Tahun Baru Imlek di China

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 31 Jan 2014 12:32 WIB
Tradisi Mudik Massal dengan Motor Warnai Tahun Baru Imlek di China
ChinaFotoPress/Sydney Morning Herald
Beijing - Perayaan tahun baru Imlek di wilayah China diwarnai dengan tradisi pulang ke kampung halaman atau mudik massal. Sebagian besar warga memilih untuk mudik dengan menggunakan sepeda motor, meskipun jarak yang ditempuh mencapai 10 jam perjalanan.

Salah satunya warga bernama Lu Qiao bersama empat kerabatnya yang bersiap sejak dini hari. Lu mudik menggunakan sepeda motor untuk menempuh kampung halamannya yang berjarak 10 jam perjalanan. Lu hendak pulang ke kampung halamannya di Longwan Village yang berjarak 400 km dari Guangzhou.

Mudik dengan kendaraan roda dua semacam ini tidaklah mudah dan membutuhkan persiapan matang. Benar saja, baru menempuh perjalanan selama 1 jam, salah satu ban motor bocor terkena paku. Dia pun terpaksa berhenti di bengkel setempat untuk memperbaiki motornya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal semacam ini tidak bisa dihindari terkadang. Kami tetap akan tiba di rumah akhirnya," ucap Lu dengan senyum masam seperti dilansir Sydney Morning Herald, Jumat (31/1/2014).

Perayaan tahun baru Imlek kali ini yang memasuki Tahun Kuda dirayakan meriah oleh 1,3 miliar penduduk China. Tahun baru semacam ini kerap disebut sebagai migrasi terbesar tahunan di China. Tercatat lebih 3,6 miliar perjalanan dilakukan, baik yang menggunakan kereta, bus maupun pesawat.

Perayaan semacam ini dimaknai mendalam dengan menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang-orang tercinta. Setidaknya bagi lebih dari 260 juta warga yang berasal dari wilayah pinggiran yang pindah ke kota untuk mencari pekerjaan lebih baik, momen ini menjadi saat yang tepat bagi mereka untuk pulang ke kampung halaman setelah setahun bekerja keras.

Provinsi Guangdong yang memiliki banyak pabrik, menyumbang jumlah pemudik terbesar di antara kawasan lain di China. Dengan susahnya mendapat tiket kereta dan bus, banyak yang memilih pulang kampung dengan sepeda motor. Selain itu, ongkos mudik dengan sepeda motor juga dinilai lebih murah bagi para pekerja yang gajinya pas-pasan.

Diperkirakan untuk tahun ini ada sekitar 400 ribu orang yang mudik dengan menggunakan motor. Hal ini memicu otoritas setempat untuk megerahkan personelnya guna mengawal para pemudik di jalanan. Salah satu perusahaan minyak negara bahkan menyediakan bahan bakar gratis bagi para pemudik dengan motor.

Tempat peristirahatan ramai didirikan di pinggir jalan seperti karnaval. Para sukarelawan membagikan semangkuk bubur dan teh gratis bagi para pemudik motor. Layanan internet dan telepon juga disediakan di tempat peristirahatan tersebut.

"Tentu kami senang bisa pulang ke rumah. Setelah kami pergi bekerja dan menghasilkan uang untuk meningkatkan taraf kehidupan kami di kampung," terang Yao Jingquan yang mudik dengan motor bersama istrinya dan membawa seekor ayam hidup untuk disantap pada tahun baru di kampung.

(nvc/fdn)


Berita Terkait