Sambut Tahun Kuda, PM Singapura Serukan Warganya Punya Banyak Anak

Sambut Tahun Kuda, PM Singapura Serukan Warganya Punya Banyak Anak

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 30 Jan 2014 12:52 WIB
Sambut Tahun Kuda, PM Singapura Serukan Warganya Punya Banyak Anak
Singapura, -

Tingkat kelahiran di Singapura masih tetap lesu meski berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk memacunya. Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong pun menyerukan pasangan muda di negeri itu untuk menyambut Tahun Kuda dengan memiliki lebih banyak anak.

Hal itu disampaikan PM Lee dalam pesannya menyambut Tahun Baru Imlek seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (30/1/2014).

Dikatakan Lee, negara itu butuh banyak anak-anak untuk membentuk generasi mendatang di tengah kekhawatiran atas derasnya para imigran yang masuk ke negeri Singa itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sayangnya, meskipun berbagai upaya kita untuk mengkampanyekan pernikahan dan menjadi orangtua, tingkat kelahiran kita masih sangat rendah," tutur Lee.

Disampaikan Lee, tingkat fertilitas Singapura saat ini adalah 1,19 bayi per wanita, atau turun dari 1,29 pada tahun 2012. Bahkan tingkat kelahiran di kalangan etnis China Singapura, yang jumlahnya mencapai 74 persen dari total populasi, justru lebih rendah yakni 1,06 bayi per wanita.

"Kita harus berusaha lebih baik. Saya harap Tahun Kuda ini akan dijumpai beberapa peningkatan," imbuh pria berumur 61 tahun itu.

Meskipun serangkaian kebijakan yang dijuluki "bonus bayi" telah dilakukan untuk mendorong pasangan memiliki anak, namun Singapura belum juga bisa mendongkrak tingkat kelahirannya ke angka 2,1 bayi per wanita. Angka tersebut dibutuhkan untuk mempertahankan populasi kelahiran asli Singapura.

Tingkat kelahiran yang rendah telah memaksa pemerintah Singapura bergantung pada para pekerja asing. Warga asing kini mencapai sepertiga dari total populasi 5,4 juta jiwa. Namun tingginya jumlah imigran tersebut telah memicu aksi-aksi protes warga Singapura. Pemerintah pun merespons unjuk rasa tersebut dengan memperketat masuknya para imigran beberapa tahun terakhir.

(ita/ita)


Berita Terkait