Seperti dilansir dari BBC, Kamis (30/1/2013), para terdakwa termasuk dua wartawan Inggris, seorang wartawan asal Belanda dan Australia yang diyakini sebagai koresponden al-Jazeera, Peter Greste. Ke-16 jurnalis Mesir lainnya menghadapi beberapa tuduhan termasuk terlibat dalam kelompok teroris, merugikan persatuan nasional dan perdamaian sosial, dan menggunakan terorisme sebagai alat untuk tujuan mereka.
Keempat orang asing yang dituduh bekerja sama dengan Mesir dan memberikan mereka informasi, peralatan, dan uang serta penyiaran informasi palsu dan rumor untuk meyakinkan masyarakat internasional bahwa Mesir sedang mengalami perang saudara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama-nama para jurnalis itu tidak disebutkan. Namun dikatakan bahwa keempat jurnalis asing merupakan koresponden dari kantor berita al-Jazeera yang berbasis di Qatar.
"Kami hanya tahu lima orang berada di penjara," ujar Kepala Biro al-Jazeera, Heather Allen.
(dha/ita)











































