Pengadilan Israel di Yerusalem mengadili seorang pria Israel yang anti-Zionis karena hendak menjadi mata-mata bagi Iran, yang merupakan musuh utama Israel. Pria ini dijatuhi vonis 4,5 tahun penjara oleh pengadilan.
Yitzhak Bergel merupakan anggota kelompok radikal Neturei Karta yang menentang keberadaan negara Israel. Terungkap dalam persidangan bahwa Bergel memang menghubungi Kedutaan Besar Iran di Berlin, Jerman pada 2011 lalu untuk menawarkan informasi intelijen.
Bergel bahkan terus berkomunikasi dengan diplomat Iran sepulangnya dia ke Israel. Demikian seperti dilansir AFP, Rabu (29/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada akhirnya, tidak ada kerugian yang terjadi pada negara ini," demikian bunyi putusan pengadilan.
Tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai tawaran informasi dan tindakan intelijen seperti apa yang hendak dilakukan Bergel.
Badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet menuturkan bahwa Bergel menyebutkan motifnya saat interogasi. "Benci terhadap Israel dan demi keuntungan finansial," jelas Shin Bet.
Israel dan Iran terlibat aksi saling tuduh. Berulang kali Israel menuding Iran tengah mengembangkan program nuklirnya untuk memproduksi senjata nuklir. Namun berulang kali pula Iran membantah tudingan tersebut.
(nvc/ita)











































