Serangan ini terjadi hanya sehari setelah militer Mesir mendukung pemimpinnya, Abdel Fattah al-Sisi, yang menggulingkan presiden terpilih Mohamed Morsi, untuk mencalonkan diri menjadi presiden.
Dalam insiden itu, Jenderal Mohamed Saeed baru saja meninggalkan rumahnya di Kairo ketika pria-pria bersenjata yang mengendarai sebuah motor menembaki dirinya. Tembakan itu mengenai bagian kepala dan dada pria yang juga merupakan pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Mesir itu.
Seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (28/1/2014), Saeed meninggal akibat luka-lukanya di rumah sakit. Sementara para pelaku berhasil melarikan diri.
Saeed merupakan kepala "departemen teknis" untuk Menteri Dalam Negeri Mohamed Ibrahim. Sang menteri sendiri pernah menjadi target serangan bom mobil pada 5 September 2013 di Kairo. Dia lolos tanpa luka-luka dalam insiden itu.
Serangan bom itu diklaim oleh kelompok Ansar Beit al-Maqdis atau Partisans of Jerusalem yang terinspirasi oleh jaringan Al-Qaeda. Kelompok yang sama juga telah mengklaim sejumlah pengeboman mematikan yang terjadi di wilayah-wilayah Mesir menyusul tergulingnya kekuasaan Morsi.
(ita/ita)











































