"Saya telah mengambil keputusan pribadi untuk meminta Presiden Ukraina menerima pengunduran diri saya dari posisi PM," ujar Azarov dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (28/1/2014).
Dikatakan Azarov, dirinya berharap pengunduran dirinya ini akan menciptakan "peluang tambahan untuk adanya kompromi politik guna menyelesaikan konflik secara damai."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini hal terpenting adalah menjaga persatuan dan integritas Ukraina. Ini jauh lebih penting dari rencana ataupun ambisi pribadi manapun. Karena itulah saya mengambil keputusan ini," tandasnya.
Saat ini parlemen di ibukota Kiev akan membahas cara-cara untuk mengakhiri krisis ini, termasuk menghapuskan undang-undang antiprotes yang telah memicu kemarahan kubu oposisi. Selama aksi demo yang telah berlangsung dua bulan terakhir, beberapa orang telah tewas dalam bentrokan antara aparat polisi dan demonstran.
(ita/ita)











































