Pejabat keamanan Nigeria mengatakan, para penyerang meledakkan beberapa bom di desa Kawuri, negara bagian Borno setelah melancarkan serangan mereka ke dekat pasar mingguan pada Minggu, 26 Januari lalu.
Menurut pejabat tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (28/1/2014), 52 orang tewas dan seluruh desa habis dibakar, termasuk 300 rumah warga. Pejabat tersebut menuding para militan Boko Haram bertanggung jawab atas serangan mematikan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak ada rumah yang tersisa," tutur Ari Kolomi, warga yang kabur dari desanya, yang terletak sekitar 70 kilometer di pinggiran Maiduguri, ibukota negara bagian Borno. Dikatakannya, lebih dari 50 ekstremis menyerang desa mereka dengan bersenjatakan bahan peledak dan senjata api.
Juga pada hari Minggu, 26 Januari tersebut, para militan di negara bagian Adamawa, sebelah selatan Borno, menggempur sebuah gereja saat berlangsung kebaktian Minggu pagi di desa Wada Chakawa. Mereka melepaskan tembakan dan meledakkan sejumlah bahan peledak, juga menyandera beberapa warga.
Menurut tokoh masyarakat setempat, Maina Ularamu, petugas telah menemukan 45 jasad termasuk dua polisi usai penyerangan itu. Kelompok Boko Haram pun diduga mendalangi serangan itu.
Hampir 200 orang telah tewas bulan ini dalam berbagai serangan yang diduga dilakukan para militan Boko Haram di wilayah sekitar Maiduguri. Kota tersebut merupakan tempat kelahiran kelompok tersebut, yang namanya dalam bahasa lokal, Hausa berarti "pendidikan Barat adalah haram."
Β
Pada 14 Januari lalu, sebuah bom mobil meledak di Maiduguri dan menewaskan sekitar 70 orang. Para pejabat pemerintah menyalahkan Boko Haram atas serangan itu.
(ita/ita)











































