Seperti dilansir news.com.au, Senin (27/1/2014), dua anak ikut menjadi korban tewas dalam insiden ini. Granat tersebut dilemparkan ke arah para tamu yang sedang asyik berdansa dalam pesta pernikahan yang digelar di Kampong Thom, Kamboja pada Sabtu (25/1) lalu.
"Mereka sedang berdanasa dengan bahagia ketika granat itu meledak," terang Kepala Kepolisian Militer setempat, Horng Thul.
Horng Thul menambahkan, sang mempelai wanita menderita luka parah di bagian paha. Tulang pahanya remuk karena terkena serpihan granat. Sedangkan si mempelai pria mengalami luka-luka di bagian tangan akibat granat tersebut.
Kepolisian setempat menduga motif serangan granat ini adalah cinta segitiga. Pelaku penyerangan diyakini seorang pria yang juga mencintai si mempelai wanita.
"Kami menduga pelaku juga mencintai mempelai wanita dan tidak menginginkan agar pernikahan tersebut terjadi," jelas Horng Thul.
Kepolisian setempat masih menyelidiki kasus ini secara menyeluruh. Belum ada satupun tersangka yang ditangkap terkait insiden ini.
(nvc/ita)











































