Seperti dilansir AFP, Sabtu (25/1/2014), sopir truk tersebut diidentifikasi bernama Chang. Dia mengemudikan truk besar seberat 35 ton hingga menabrak pagar dan kaca antipeluru sebelum akhirnya terhenti pada gerbang yang membatasi gedung utama.
Untungnya saat insiden terjadi, Presiden Ma Ying-jeou sedang tidak ada di kantor. Presiden Ma tengah melakukan kunjungan negara ke Sao Tome and Principe di kawasan Afrika. Menurut juru bicara presiden, beliau telah diberitahu mengenai insiden ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chang langsung ditahan oleh aparat setempat pasca insiden ini. Polisi menduga hal ini dilakukan dengan sengaja. Kepolisian setempat masih menyelidiki penyebab dan motif Chang dalam insiden ini.
Tidak dijelaskan lebih lanjut isi muatan truk yang dikemudikan Chang tersebut.
Dampak dari tabrakan ini membuat Chang tidak sadarkan diri. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Tidak ada korban luka lainnya dalam insiden ini. Truk yang dikemudikan Chang juga telah dievakuasi dengan derek.
"Chang memiliki catatan kriminal dan sejauh ini dia menolak untuk menjawab setiap pertanyaan yang kami ajukan," tutur juru bicara kepolisian setempat, Fang Yang-ning.
(nvc/nwk)











































