PBB Desak Myanmar Selidiki Pembunuhan Warga Rohingya

PBB Desak Myanmar Selidiki Pembunuhan Warga Rohingya

- detikNews
Jumat, 24 Jan 2014 14:59 WIB
PBB Desak Myanmar Selidiki Pembunuhan Warga Rohingya
pengungsi Rohingya (Reuters)
Yangon, - Puluhan pria, perempuan dan anak-anak dilaporkan tewas dalam serangan-serangan terhadap kaum muslim Rohingya di Myanmar. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun mendesak pemerintah Myanmar untuk menyelidiki hal tersebut.

PBB menyatakan, pihaknya menerima "informasi kredibel" mengenai serangkaian serangan di wilayah terpencil di Rakhine awal bulan ini. Otoritas Myanmar membantah keras adanya warga sipil yang tewas dalam serangan itu. Hanya disebutkan bahwa seorang polisi tewas usai bentrokan tersebut.

"Saya menyesalkan jatuhnya korban jiwa di desa Du Chee Yar Tan dan meminta otoritas untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, segera dan berimbang serta memastikan para korban dan keluarga mereka mendapat keadilan," ujar kepala HAM PBB, Navi Pillay dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (24/1/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PBB mengaku menerima informasi bahwa delapan pria Rohingya diserang dan dibunuh di desa yang terletak dekat perbatasan dengan Bangladesh tersebut. Demikian dilaporkan media lokal Rakhine Buddhists pada 9 Januari lalu.

Empat hari kemudian, seorang sersan polisi di desa yang sama ditangkap dan dibunuh oleh warga Rohingya. Ini membuat para polisi dan warga Rakhine setempat membunuh setidaknya 40 warga Rohingya di malam yang sama. Para korban terdiri dari pria, wanita dan anak-anak.

Informasi ini telah diteruskan oleh PBB ke pemerintah Myanmar. Namun sejauh ini belum ada komentar dari pemerintah Myanmar.

Situasi di negara bagian Rakhine, Myanmar barat terus diliputi ketegangan setelah beberapa kali terjadi kekerasan sektarian antara warga Buddha dan Rohingya sejak tahun 2012 lalu. Ratusan orang telah tewas dan sekitar 140 ribu orang telah kehilangan tempat tinggal akibat konflik tersebut.

(/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads