Ada Kebocoran Bahan Bakar, Penerbangan Boeing Dreamliner Ditunda 19 Jam

Ada Kebocoran Bahan Bakar, Penerbangan Boeing Dreamliner Ditunda 19 Jam

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 24 Jan 2014 12:40 WIB
Ada Kebocoran Bahan Bakar, Penerbangan Boeing Dreamliner Ditunda 19 Jam
Ann Kristin Balto/Daily Mail
Bangkok -

Insiden kembali menimpa pesawat Boeing 787 Dreamliner. Seorang penumpang memergoki adanya bahan bakar yang bocor dari salah satu pesawat yang hendak lepas landas dari Bangkok, Thailand.

Seperti dilansir Daily Mail, Jumat (24/1/2014), insiden ini terjadi ketika pesawat yang digunakan oleh maskapai Norwegian Airlines ini tengah bersiap untuk lepas landas di bandara Bangkok. Pesawat ini hendak terbang menunju Oslo, Norwegia pada Minggu (19/1) lalu.

Penumpang bernama Ann Kristin Balto tersebut melihat langsung ada bahan bakar pesawat yang bocor dan menggenang di landasan. Dia kemudian memberitahu salah satu pramugari dan akhirnya penerbangan tersebut ditunda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mulai menunjuk-nunjuk ke jendela, hingga pramugari akhirnya menyadari ada yang salah, dan pramugari itu melihat keluar jendela dan kemudian mengambil telepon, saya tidak tahu siapa yang dihubunginya tapi pesawat langsung berhenti setelah itu," terang Balto kepada media setempat, The Local.

Secara terpisah, seorang juru bicara maskapai membenarkan kebocoran bahan bakar tersebut. Menurut juru bicara tersebut, kebocoran dipicu oleh masalah pada katup bahan bakar pesawat.

Juru bicara tersebut menambahkan bahwa para penumpang tidak pernah terancam nyawanya karena kebocoran bahan bakar tersebut pasti terdeteksi dalam panel pengendali kokpit.

Usai penundaan penerbangan diumumkan, para penumpang diminta keluar dari pesawat. Penerbangan tujuan Oslo ini sempat tertunda selama 19 jam sebelum akhirnya diberangkatkan dengan pesawat lain.

Sedangkan pesawat Dreamliner yang mengalami kebocoran bahan bakar ini dikirim ke pusat perbaikan Boeing di Stockholm, Swedia. Pihak maskapai Norwegian Airlines menyatakan masalah yang dialami pesawat ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pihak Boeing.

(nvc/ita)



Berita Terkait