Otoritas Suriah Dituding Menyiksa dan Membunuh 11 Ribu Tahanan

Otoritas Suriah Dituding Menyiksa dan Membunuh 11 Ribu Tahanan

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 22 Jan 2014 14:42 WIB
Otoritas Suriah Dituding Menyiksa dan Membunuh 11 Ribu Tahanan
Gambar Presiden Assad di salah satu sudut jalan di Suriah (Reuters)
Damaskus -

Pemerintah Suriah yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad dituding secara sistematis membunuh dan menyiksa tahanan di negara tersebut. Dilaporkan ada sekitar 11 ribu orang yang menjadi korban penyiksaan dan pembunuhan tersebut.

Laporan terbaru yang dirilis pada Selasa (21/1) ini didasarkan pada bukti-bukti yang diberikan seorang pembelot Suriah dan dianalisis oleh tiga mantan jaksa internasional ternama. Dalam laporan telah dilakukan pemeriksaan terhadap ribuan foto yang diselundupkan keluar oleh seorang mantan fotografer polisi militer Suriah.

Foto-foto mengerikan tersebut menunjukkan bukti secara jelas soal adanya kelaparan, penganiayaan terutama pencekikan dan pemukulan terhadap tahanan Suriah. Terlihat juga adanya mayat-mayat berperawakan kurus dengan banyak luka di tubuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan tersebut disusun oleh Desmond de Silva yang merupakan mantan ketua jaksa di pengadilan khusus untuk Sierra Leone. Juga oleh Geoffrey Nice yang merupakan mantan jaksa dalam persidangan mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic, dan juga oleh David Crane yang mendakwa Presiden Liberia Charles Taylor.

"Foto-foto ini menunjukkan bahwa selama bertahun-tahun telah terjadi pembunuhan sistematis para tahanan dengan adanya kelaparan, penyiksaan, pencungkilan mata, penganiayaan secara keji, mutilasi," tutur Desmond de Silva seperti dilansir Aljazeera, Rabu (22/1/2014).

Laporan ini, menurut David Crane, harus dijadikan bukti kuat untuk melanjutkan segala bentuk pelanggaran pidana ke pengadilan. "Sekarang kita memiliki bukti mengenai apa yang terjadi terhadap orang-orang yang menghilang," ucapnya.

"Ini merupakan bukti pertama yang bisa menunjukkan secara jelas mengenai apa yang terjadi terhadap sedikitnya 11 ribu orang yang disiksa dan dieksekusi, dan tampaknya dibuang," imbuh Crane.

Sang pembelot yang menyebut dirinya sebagai 'Caesar' menyerahkan sekitar 55 ribu foto dari 11 ribu tahanan yang tewas sejak kerusuhan pertama kali terjadi di Suriah pada Maret 2011 lalu. Nyaris semua korban tewas berjenis kelamin laki-laki, kecuali satu korban. Sebagian besar korban berusia antara 20-40 tahun.

Menurut Caesar, para korban telah tewas di dalam tahanan sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit militer untuk difoto. Caesar menuturkan, setiap harinya ada sekitar 50 jasad yang harus difoto olehnya di rumah sakit.

Caesar menambahkan, foto-foto tersebut awalnya bertujuan untuk pembuatan sertifikat kematian, yang sebagian besar akan dipalsukan dengan menyebut bahwa korban tewas di rumah sakit. Kemudian juga untuk menjadi bukti bahwa eksekusi pemerintah telah dilakukan. Mayat-mayat tersebut kemudian akan dimakamkan di wilayah pinggiran Suriah.

Bukti yang diberikan Caesar tersebut telah diperiksa oleh ahli forensik yang ditunjuk oleh kantor hukum di London yang mewakili Qatar, yang bertanggung jawab atas laporan tersebut. Laporan ini dirilis hanya sehari sebelum perudingan mengenai Suriah digelar di Swiss. Laporan tersebut akan diserahkan kepada PBB dan organisasi HAM yang ada.

Pemerintah Suriah sendiri telah membantah melakukan penganiayaan terhadap tahanan.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads