Satu dari empat 'janda hitam' atau disebut juga 'janda putih' yang tengah diburu aparat gabungan Rusia dan Amerika Serikat dilaporkan tewas. Rusia mengklaim wanita yang dicurigai hendak melakukan aksi bom bunuh diri ini tewas di Provinsi Dagestan, Rusia.
Zaira Alieva yang diklasifikasikan 'sangat berbahaya' oleh otoritas Rusia ini merupakan salah satu dari tujuh orang yang tewas dalam operasi anti-terorisme yang digelar pada Sabtu (18/1) lalu. Di antara korban tewas terdapat 3 tentara Rusia dan 4 anggota militan.
Seperti dilansir news.com.au, Rabu (22/1/2014), otoritas Rusia menuturkan ada sejumlah militan terjebak di dalam rumah yang ada di sebuah desa bernama Karlanyurt, Dagestan. Lima tentara Rusia lainnya dilaporkan luka-luka dalam operasi khusus tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto keempat wanita tersebut telah disebar oleh kepolisian Rusia. Dalam poster yang disebar disebutkan bahwa keempat wanita itu sengaja dikirim oleh kelompok-kelompok ekstremis untuk melakukan serangan terorisme di area perhelatan Olimpiade Musim Dingin di Sochi, Rusia. Olimpiade tersebut akan digelar mulai awal Februari mendatang.
Tiga wanita lain yang masih menjadi buronan adalah Jhannet Tsakhaeva (34) dari Dagestan, Oksana Aslanova (26) dari Turkmenistan dan Ruzana Ibragimova. Untuk Ibragimova, suaminya tewas dalam serangan terorisme tahun lalu. Wanita ini memiliki luka di bagian pipi sebelah kirinya akibat polisi Rusia.
Ada dua pria lain yang juga diburu polisi Rusia, yakni Ruslan Saufutdinov (21) dan Murad Musaev (25).
Dalam perburuan ini, aparat AS bekerja sama dengan aparat keamanan Rusia melakukan pengamanan di sekitar area pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin di Sochi. Area seluas 2.400 km dijaga ketat oleh aparat gabungan tersebut.
"Rusia mengerahkan 40 ribu polisi dan petugas keamanan dalam 'ring of steel' di sekitar Sochi untuk mencegah serangan dari kelompok militan dari wilayah terdekat North Caucasus," demikian menurut buletin keamanan AS.
(nvc/ita)











































