Seperti dilansir dari The Independent, Senin (20/1/2014), Bae ditangkap atas tuduhan perbuatan kriminal terhadap negara pada November 2012 saat sedang memimpin grup wisata.
Mahkamah Agung Korea Utara mendakwanya menggunakan bisnis pariwisata miliknya untuk membentuk grup-grup yang bertujuan menggulingkan pemerintahan.
Bae dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa dan itu merupakan hukuman terlama bagi tahanan Amerika Serikat di Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir. Keluarga dari pria berusia 45 tahun ini menduga bahwa ia ditahan karena ia seorang penganut Kristen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam konferensi pers, Bae berharap pemerintah AS dapat berusaha sekuat tenaga untuk membebaskannya. Permohonan itu datang setelah adiknya, Terri Cheung, menuduh mantan pemain basket NBA Dennis Rodman pada awal Januari membahayakan pembebasan kakaknya.
Rodman dalam wawancara di AS mengatakan ia tidak mendiskusikan pembebasan Bae dengan pemimpin Korea Utara ketika dirinya menggelar pertandingan basket pameran untuk ulang tahun pemimpin Kim Jong Un.
Ia juga menyebutkan bahwa Bae bertanggungjawab atas penahanan tersebut. Belakangan, Rodman meminta maaf dan mengatakan bahwa ia minum alkohol sebelum wawancara.
Kenneth Bae lahir di Korea Selatan dan pindah ke AS pada tahun 1985 bersama orang tua dan saudara perempuannya. Sebelum ditahan, Bae tinggal di Cina selama 7 tahun bersama istri dan anak tirinya.
Menurut adiknya, Bae mengelola bisnis pariwisata dan memimpin 18 perjalanan resmi ke Korea Utara.
(fdn/fdn)











































