Sebanyak 18 orang lainnya luka-luka dalam aksi bom bunuh diri di kota Rawalpindi sekitar pukul 07.45 waktu setempat itu.
Sajid Zafar Dall, pejabat tinggi pemerintah di Rawalpindi, mengkonfirmasi ledakan bom itu sebagai serangan bunuh diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Serangan itu terjadi ketika anak-anak akan pergi ke sekolah. Penilaian awal kami adalah bahwa si pengebom kemungkinan menaiki sepeda dan dia kemudian mendekati target dengan berjalan kaki," tutur Dall.
Ledakan bom ini terjadi hanya sehari setelah serangan bom bunuh diri di kota Bannu yang menewaskan 20 tentara. Kelompok Taliban Pakistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang juga melukai 30 orang itu.
Juru bicara TTP, Shahidullah Shahid mengklaim serangan bom bunuh diri hari ini sebagai pembalasan atas serangan militer mematikan pada sebuah masjid milik militan di Rawalpindi pada tahun 2007.
"Itu dilakukan oleh satu atau dua pengebom bunuh diri kami untuk membalas dendam atas pembantaian di Masjid Merah," cetus Shahid kepada AFP. "Kami akan terus melanjutkan perjuangan kami melawan sistem sekuler," tandasnya.
(ita/nrl)











































