Gempa tersebut terjadi pada sekitar pukul 15.52 waktu setempat dan berpusat di Pulau Utara, sekitar 115 kilometer timur laut ibukota Wellington. Demikian disampaikan badan Survei Geologi Amerika Serikat, USGS seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (20/1/2014).
Gempa berada pada kedalaman sekitar 27 kilometer dan getarannya dirasakan di seluruh wilayah Pulau Utara dan Pulau Selatan Selandia Baru. Gempa tersebut diikuti sejumlah gempa susulan yang lebih kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kaca-kaca jendela sejumlah rumah di kota kecil Eketahuna tersebut pecah akibat goyangan gempa ini. Namun kepolisian setempat menyatakan, sejauh ini tak ada laporan korban luka-luka.
Akibat gempa ini, semua layanan kereta di wilayah Wellington terhenti sementara.
Selandia Baru tercatat mengalami maksimum 15 ribu kali getaran gempa setiap tahunnya. Pada tahun 2011 lalu, gempa berkekuatan 6,3 SR mengguncang kota Christchurch di Pulau Selatan dan menewaskan 185 orang. Gempa tersebut merupakan salah satu bencana paling mematikan di negeri Kiwi tersebut di era modern.
(ita/nrl)











































