Cruz Marcelino Velazquez yang masih berusia 16 tahun ini nekat menenggak sebotol cairan yang mengandung sabu. Insiden ini terjadi di pintu masuk perbatasan AS-Meksiko di San Ysidro, San Diego pada 18 November 2013 lalu. Namun laporan hasil autopsi baru dirilis pekan ini.
Seperti dilansir news.com.au, Jumat (17/1/2014), Velazquez yang berasal dari Tijuana, Meksiko memicu kecurigaan petugas penjaga perbatasan saat melintasi jalur pejalan kaki. Dia membawa botol berisi cairan mencurigakan.
Petugas perbatasan tersebut mencurigai cairan tersebut mengandung narkoba, sehingga melakukan pemeriksaan dengan menuangkan cairan tersebut ke meja. Jika memang ada kandungan narkoba terutama sabu, maka dengan segera cairan tersebut akan mengkristal. Setelah menyadari cairan tersebut tidak mengkristal dan mencium aroma buah dari cairan tersebut, petugas mengembalikan botol tersebut ke Velazquez. Ada dua botol yang dibawa oleh remaja tersebut.
Petugas kemudian menanyai Velazquez apakah dia pernah bekerja di AS, karena jika iya, berarti remaja ini telah melanggar visa pengunjung yang digunakannya untuk masuk ke AS. Ketika kembali ditanya soal botol berisi cairan mencurigakan tersebut, Velazquez nekat meminumnya demi meyakinkan petugas bahwa cairan itu hanyalah jus apel biasa.
Velazquez kemudian diborgol dan dibawa ke ruangan berbeda. Tiba-tiba, dia berteriak kesakitan. Dia menggumam soal 'zat kimia' dan kemudian berteriak "Jantung saya! Jantung saya!" dalam bahasa Spanyol.
Beberapa jam kemudian, Velazquez dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. Penyebab kematiannya dinyatakan karena keracunan sabu akut.
Namun laporan yang dirilis San Diego County Medical Examiner tersebut tidak menyebutkan secara jelas indikasi apakah petugas yang meminta Velazquez meminum cairan tersebut dan apakah petugas sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencegahnya meminum cairan tersebut, jika memang Velazquez yang berinisiatif meminum cairan tersebut.
Hasil pemeriksaan terhadap cairan yang ada di dalam dua botol yang dibawa Velazquez menyatakan positif mengandung methamphetamine atau sabu. Sisa cairan yang dituangkan petugas ke meja ternyata mengkristal, namun dalam waktu yang lebih lama.
Juru bicara Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai AS, Jackie Wasiluk menolak mengomentari laporan ini.
San Ysidro merupakan perbatasan AS-Meksiko paling ramai. Jalur ini seringkali menjadi jalur utama penyelundupan narkoba, terutama sabu dalam waktu 5 tahun terakhir. Demi menghindari ketahuan petugas, sabu berbentuk kristal dilarutkan ke dalam dan biasanya disamarkan sebagai minuman jus buah, cairan pembersih jendela dan sebagainya. Setelah berhasil diselundupkan, cairan tersebut akan diubah menjadi sabu berbentuk kristal kembali.
(nvc/ita)











































